Rig Inspection: Pemboran Aman, Proyek Lancar!

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:29


SuperSCI tau gak sih mengapa Rig atau instalasi pemboran menjadi salah satu sistem pada proses upstream yang harus dijaga kehandalannya? Serta mengapa inspeksi Rig perlu dilakukan secara berkala?

Industri Migas merupakan salah satu sektor yang penuh resiko, aplikasi teknologi tinggi dan biaya investasi yang tinggi, sehingga diperlukan peralatan yang handal.

Rig atau lazim disebut instalasi pemboran memiliki peran penting dalam melakukan eksploitasi migas pada kegiatan upstream, yaitu mengangkat hidrokarbon (minyak mentah/gas) dari bawah permukaan tanah ke fasilitas pengumpul diatas permukaan tanah.

Kehandalan Rig menjadi penting untuk diperhatikan karena dalam proses pemboran migas, baik itu sumur eksplorasi atau pengembangan. Meskipun berbagai macam upaya dengan teknologi tinggi sudah dilakukan untuk bisa memprediksi kondisi dibawah permukaan tanah yang akan dilakukan pemboran, namun masih sulit untuk mengetahui apa yang terjadi di bawah permukaan. Inspeksi rig perlu dilakukan untuk menjaga kehandalan Rig.

Sebelum kenalan dengan Inspeksi Rig, kita perlu mengetahui terlebih dahulu komponen Rig itu sendiri. Rig merupakan serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor suatu sumur atau pengakses sumur yang terdiri dari lima sistem utama, yaitu:

  1. ‌Hoisting System atau sistem angkat

Berfungsi untuk menurunkan dan menaikan tubular (pipa pemboran, peralatan completion, atau pipa produksi) untuk keluar dan masuk lubang sumur. Secara umum komponen terdiri dari Drawworks, Mast atau Derrick, Crown Block, Traveling Block dan Drilling Line.

  1. ‌Rotary System atau sistem putar

Berfungsi sebagai pemutar pipa-pipa di dalam sumur. Secara umum komponen terdiri dari Power Swivel, kelly pipe, Master bushing, Rotary Table, Top Drive System (untuk pemboran advance)

  1. ‌Circulation System atau sistem sirkulasi

Berfungsi mensirkulasikan fluida pemboran untuk keluar dan masuk ke dalam sumur dan menjaga agar properti lumpur seperti yang diinginkan. Sistem sirkulasi ini meliputi mud pump, solid control, mud tank & aksesoris, standpipe, swivel dan rotary hose.

  1. ‌Blowout Prevention (BOP) atau sistem pencegah semburan liar

Berfungsi untuk mencegah terjadinya Blowout (meledaknya sumur di permukaan dikarenakan adanya tekanan tinggi dari dalam sumur). Pada komponen ini bagian yang utama adalah BOP (Blow Out Preventer) yang terdiri atas annular, diverter, shear ram, double ram dan choke & kill manifold

  1. ‌Power System atau sistem penyedia sumber tenaga

Merupakan sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakan semua sistem diatas dan juga untuk suplai listrik. Sebagai sumber tenaga, biasanya menggunakan mesin diesel berkapasitas besar. Power system pada sebuah rig tergantung dari ukuran dan kedalaman sumur yang akan dicapai, biasanya membutuhkan satu atau lebih Prime Mover. Pada rig besar biasanya memiliki tiga atau empat buah, secara bersamaan mereka mampu membangkitkan tenaga sebesar 3000 atau lebih Horsepower. Tenaga yang dihasilkan juga harus dikirim ke komponen rig yang lain.

Eksplorasi migas dapat dilakukan dimana saja, baik itu di daratan (onshore) ataupun di laut (offshore) dengan lokasi-lokasi yang sangat sulit dijangkau menggunakan transportasi biasa. Berdasarkan lokasinya, Rig terbagi atas dua macam, yaitu:

  1. ‌Land Rig atau Rig darat yaitu rig yang beroperasi didaratan. Besar kecilnya kapasitas Rig darat disesuaikan dengan sumur yang akan dilakukan pemboran. Pada Rig kecil biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan sederhana seperti Well Service atau Work Over. Sementara untuk Rig besar digunakan untuk operasi pemboran, baik secara vertikal, horizontal dan berarah. 
  2. ‌Offshore Rig atau Rig Laut, merupakan rig yang dioperasikan di atas permukaan air seperti laut, rawa-rawa, sungai, danau, maupun delta sungai. Offshore rig sendiri terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan kedalaman air, seperti Swamp Barge, Tender Barge, Jack Up Rig, Drilling Jacket, Semi-Submersible Rig dan Drill Ship.

Nah SuperSCI, dari penjelasan diatas kita telah mengetahui bagaimana Rig didesain mengikuti kondisi lingkungan yang akan dilakukan operasi pemboran dengan didukung berbagai macam komponen pada setiap sistem utama Rig.

Oleh karena kondisi alam yang sulit diprediksi serta karakteristik formasi dibawah tanah yang belum kita ketahui secara pasti, maka Rig perlu diinspeksi sebelum Rig digunakan untuk operasi pemboran serta inspeksi berkala sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan code/standar internasional yang berlaku.

Inspeksi Rig memiliki tujuan utama untuk mengurangi risiko kecelakaan karena kegagalan peralatan dan menghindari downtime operasi.

Sucofindo telah diakui sebagai Perusahaan Inspeksi (PI) oleh Ditjen Migas dapat membantu pemilik maupun pengguna Rig untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap semua komponen peralatan dari sistem Rig, mengetahui kondisi aktual sebelum digunakan, memastikan seluruh peralatan sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam kontrak dan pemenuhan persyaratan dlm peraturan perundang-undangan.

Butuh jasa Inspeksi Rig atau mau konsultasi seputar pemboran migas? Hubungi kami melalui Whatsapp (08118910222) atau klik gambar di bawah ini!