Industri Bahan Tambang dan Galian

Pengendalian Hama

Sucofindo memitigasi Risiko Kerugian Akibat Serangan Hama Perusak

TANTANGAN BISNIS

Di dunia modern saat ini, tingkat gangguan yang disebabkan oleh hama vektor seperti antara lain, tikus, kecoa, lalat dan nyamuk semakin besar. Kerugian ini antara lain adalah: cepat menyebarnya kuman penyakit yang dibawa oleh hama tikus, kerusakan aset berupa gigitan tikus pada kabel listrik/data dan menurunnya tingkat sanitasi lingkungan yang disebabkan oleh tikus, kecoa dan lalat, dan karenanya memerlukan penanganan yang tepat dan cepat.

SOLUSI

Ruang Lingkup Pekerjaan

Pengendalian hama (general pest control) adalah kegiatan pengendalian populasi:

  1. Hama vektor penyakit
    1. Nyamuk: vektor kuman deman berdarah dengue, demam chikungunya, malaria, dan penyakit kaki gajah;
    2. Lalat: vektor berbagai penyakit perut;
    3. Kecoa: vektor penyakit herpes dan desentri;
    4. Pinjal: vektor penyakit pes.
  2. Hama tikus;
  3. Hama gudang bahan pangan;
  4. Hama penggangu lainnya.

Manfaat

Aktivitas pengendalian hama ditujukan untuk:

  1. Menekan populasi hama vektor penyakit sehingga menurunkan risiko penyebaran kuman penyakit tertentu yang dibawanya;
  2. Menekan populasi hama tikus sehingga menurunkan risiko:
    1. Kerugian akibat kerusakan jaringan kabel listrik dan komunikasi termasuk jaringan kabel komputer.
    2. Susut nilai inventory karena kerusakan kemasan dan produk.
    3. Sanitasi lingkungan
  3. Menekan populasi hama gudang untuk mengamankan bahan pangan yang disimpan di dalamnya.
  4. Menekan populasi hama lingkungan secara umum untuk menjaga mutu sanitasi hotel, restoran, perkantoran, dan pemukiman.  

MENGAPA MEMILIH SUCOFINDO

Reputasi
SUCOFINDO adalah perusahaan jasa inspeksi pertama di Indonesia. Didirikan pada tahun 1956, dan pelopor dalam jasa fumigasi di Indonesia. Kami berpengalaman dalam penerapan Integrated Pest Management (IPM) yang memerlukan pengetahuan mengenai bioekologi hama. Chemical treatment hanyalah salah satu cara pengendalian populasi hama. Sebagai perusahaan yang peduli pada kelestarian lingkungan hidup, kami menawarkan penerapan IPM, yakni penggunaan pestisida diminimalkan tanpa menurunkan tingkat efektivitas.

Jaringan
Titik layanan secara domestik tersebar di seluruh Indonesia. Secara global kami bermitra dengan perusahaan-perusahaan inspeksi yang memiliki jaringan intenasional.

Jasa Sesuai Kebutuhan Pelanggan
SUCOFINDO senantiasa berusaha untuk menawarkan solusi yang menjawab kebutuhan para pelanggannya.

Pengakuan
SUCOFINDO adalah anggota asosiasi internasional seperti IFIA (International Federation of Inspection Agencies), GAFTA (Grain and Feed Trade Association), FOSFA (Federation of Oilseeds and Fats Association), SUCOFINDO juga berakreditasi ISO 17020, 17025, dan bersertifikasi ISO 9001.

PELAKSANAAN PEKERJAAN

Selain pengendalian hama secara konvensional, kami merekomendasikan penerapan IPM yang tahapannya adalah sebagai berikut:
  • monitoring penyebaran hama vektor secara berkala;
  • memotong siklus hidup ;
  • menghilangkan tempat perindukan;
  • pada kondisi cuaca tertentu, bila terjadi lonjakan perkembangbiakan hama vector, saatnya pestisida digunakan. Pestisida baru digunakan jika indeks populasi hama vektor telah mencapai angka tertentu.

Dengan demikian, maka populasi hama dapat dikendalikan tanpa merusak lingkungan

Pertanyaan yang Sering Muncul

Kapankah kegiatan pengendalian hama dilakukan?
Sering fogging baru dilakukan setelah ada warga terkena demam berdarah dengue dan setelah itu semua orang melupakannya. Ini cara yang kurang tepat. Sebaiknya aktivitas pengendalian hama dilakukan secara berkesinambungan. Lebih bijaksana jika menggunakan kaidah Integrated Pest Management. Hal yang sama juga berlaku untuk pengendalian hama tikus dan hama lingkungan lainnya.

Seberapa sering kegiatan pegendalian hama harus dilakukan?
Kegiatan pengendalian hama harus dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan bioekologi dan siklus hidup hama.

Apakah ukuran keberhasilan pengendalian hama?
Anggapan bahwa keberhasilan kegiatan pengendalian hama identik dengan jumlah bangkai hama yang ditemukan setelah perlakuan dengan pestisida adalah tidak benar. Pengendalian hama disebut berhasil jika setelah kurun waktu tertentu, populasi hama menurun. Hal ini ditandai dengan berkurangnya jumlah hama hidup yang tampak di lokasi sasaran. Pada kondisi ini maka setelah perlakuan dengan pestisida jumlah bangkai hama juga akan berkurang.

Kapan kegiatan pengendalian hama berakhir?
Kegiatan pengendalian hama tidak dihentikan setelah populasi hama menurun. Kegiatan tetap dilakukan dengan pola berbeda. Populasi hama dapat segera naik kembali jika kegiatan pengendalian hama berhenti.

Adakah pengaruh lingkungan sekitar pada efektifitas pengendalian hama?
Lingkungan dengan kondisi sanitasi yang buruk mudah menjadi habitat hama. Pengendalian hama tikus pada lokasi yang berdekatan dengan pasar tradisional atau tempat pembuangan sampah memerlukan upaya lebih besar. Pada saat kelompok tikus di dalam lokasi sasaran berhasil dihilangkan, segera digantikan oleh kelompok tikus lain dari luar, sehingga seolah-olah populasi tikus di lokasi sasaran tidak pernah berkurang. Hal yang sama juga berlaku untuk hama lain.

Apakah pengendalian nyamuk dapat dilakukan pada satu rumah saja?
Pengendalian hama nyamuk dan serangga terbang lainnya akan efektif jika dilakukan untuk wilayah yang luas dengan memperhatikan sebaran lokasi perindukan dan jangkauan terbang serangga sasaran.




 

Hubungi Kami
Kantor Pusat
Graha Sucofindo 1st floor Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta 12780
 
Telepon (021) 7983666 Ext. 1116, 1124
Fax (021) 7986473, 7983888
Email customer.service@sucofindo.co.id
     

 
Telepon
Fax
Email