Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Wed, 31 January 2018 08:21:21 +0700
SUCOFINDO AKTIF DUKUNG INDUSTRI HIJAU

 

Sucofindo telah ditunjuk sebagai Lembaga Sertifikasi Industri Hijau (LSIH) oleh Kementerian Perindustrian berdasarkan ketetapan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 41 tahun 2017 tanggal 18 Desember 2017 tentang Lembaga Sertifikasi Industri Hijau. “Secara resmi kami telah menerima penunjukkan dari Kemenperin pada awal Januari 2018,” kata Bernard Sihombing, Kepala Bagian Pengembangan Bisnis Korporat. 

Penunjukkan ini menurut Bernard dilatarbelakangi oleh pengalaman Sucofindo sebagai lembaga sertifikasi dan pengujian yang concern terhadap isu Industri Hijau. “Salah satunya adalah kami aktif dalam pembentukkan Standard dan Kriteria Penghargaan Industri Hijau yang telah berlangsung sejak tahun 2011 hingga kini,” ujar Bernard.

Penjualan jasa ini nantinya menurut Bernard dapat di-bundling dengan penjualan jasa lainnya milik Sucofindo yang sudah ada, yaitu audit energi, Sistem Manajemen Energi ISO 50001, ISO 9001, ISO 14000, Konsultansi Proper, Sistem Manajemen Lingkungan, dan sektor lainnya yang terkait dengan lingkungan.


Dalam jasa ini lingkup kerja Sucofindo, di antaranya adalah dalam sektor Industri Karet Remah (Crumb Rubber), Industri Pengolahan Susu Bubuk, Industri Pengasapan Karet (Ribbed Smoked Sheet Rubber), Industri Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer, Industri Semen Portland, Industri Ubin Keramik, Industri Pulp dan Pulp Terintegrasi Kertas, dan Industri Tekstil Pencelupan, Pencapan dan Penyempurnaan.


Sedangkan 10 standar Industri Hijau lainnya sedang dalam tahap pembahasan, yaitu SIH untuk Industri Gula Kristal Putih, Industri Pengawetan Kulit (Sapi, Kerbau, Domba, dan Kambing), Industri Penyamakan Kulit (Sapi, Kerbau, Domba, dan Kambing), Industri Kaca Lembaran, Industri Kaca Pengaman Berlapis, Industri Kaca Pengaman Diperkeras, Industri Kemasan dari Kaca, Industri Barang lainnya dari Kaca, dan Industri Baja Lembaran (Flat Product), dan Industri Baja Batangan (Long Product).


Pelaksanaan Industri Hijau ini berdasarkan berdasarkan UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, dalam pasal Industri Hijau. Prinsip industri hijau dalam penerapannya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Hal ini untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan sekitarnya atas pemanfaatan sumber daya alam baik secara langsung maupun tidak langsung seperti masalah limbah, emisi CO2, dan lain sebagainya. (Nad)