Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Fri, 07 August 2015 07:38:58 +0700
KKP Bentuk Tim Satgas Impor Garam

Kasus kebocoran impor garam di pasaran seringkali mencekik para petani garam. Hal ini sangat disoroti oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mensejahterakan para petani. Sehingga, KKP membentuk tim satgas terkait pengawasan impor garam.

 

"Tugas tim satgas ini akan melakukan audit terkait jumlah garam yang diimpor," jelas Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kemarin (5/8). Hal ini disebabkan adanya penyelewengan terkait impor garam industri.

Susi menyebutkan bahwa seringkali para importir yang melakukan impor garam tidak sesuai dengan kuota yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan sisa garam tersebut beredar di masyarakat. "Hal itu membuat harga garam petani turun drastis," jelasnya.

Melalui satgas ini, impor garam akan segera dikontrol supaya tidak berlebihan dan merugikan pasar. Tim ini berada dibawah dari tim satgas IUU Fishing yang telah dibentuk oleh KKP. Berbeda dengan IUU, dalam hal impor garam ini KKP hanya bisa melakukan audit saja.

"Soalnya kalau garam itu berada dalam ranah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian," ungkap Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sudirman Said.

Tim satgas ini nantinya akan terdiri dari Kejaksaan, Kepolisian, TNI AL, Bea Cukai, Kemendag dan Kemenperin. KKP akan menjadi ketua dalam pengawasan ini. Said pun mengatakan bahwa perwakilan dari Kemendag dan Kemenperin idealnya berasal dari tim yang independent. "Seperti Inspektur Jenderal," imbuhnya.

Selain, mengaudit kebutuhan garam industri, Tim Satgas ini melakukan mengecek volume impor garam yang sudah direalisasikan, asal garam impor, dan memeriksa spesifikasi garam impor melalui uji laboratorium Sucofindo. (lus/jpnn)

sumber http://kaltengpos.web.id