Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Thu, 06 August 2015 07:15:51 +0700
Cegah Banjir Garam Impor, Menteri Susi Akan Bentuk Satgas

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi impor garam. Hal ini untuk mengawasi kegiatan impor garam industri agar tak disalahgunakan untuk memasukan garam konsumsi yang memang dilarang dan untuk cegah membanjiri pasar lokal.

 

Satgas ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai koordinatornya. Hingga terbentuknya Satgas, Susi meminta proses impor garam dihentikan sama sekali. Tujuannya untuk melindungi harga garam petani lokal agar tak jatuh karena garam impor.

"Saya inginnya sampai Satgas ini terbentuk status quo dulu, jangan impor dulu. Satgas terdiri dari asosiasi importir, petani, KKP, dan sebagainya. KKP harus jadi leader karena kita mewakili produsen," ujar Susi dalam konferensi pers di Gedung KKP, Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Sementara itu, Dirjen Kelautan Pesisir Pulau-Pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad, menjelaskan bahwa Satgas yang akan dibentuk untuk mengawasi impor garam ini merupakan perluasan dari Satgas IUU Fishing atau illegal fishing yang sudah ada, tinggal ditambahkan beberapa pemangku kepentingan di bidang garam seperti Kemendag dan Kemenperin.

"Mau ditambah kerjanya Mas Achmad Santosa (Ketua Satgas IUU Fishing) karena terbukti kerjanya sangat efektif, beliau kan memiliki pengalaman yang luar biasa," kata Sudirman.

"Bu Menteri mengatakan, akan diperluas dari tugas dari Satgas IUU Fishing. Di Satgas IUU Fishing sudah ada Kejaksaan, Kepolisian, TNI AL, Bea Cukai. Tinggal yang kurang Kemendag dan Kemenperin," paparnya.

Pihaknya menginginkan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag dan Kemenperin ikut bergabung dalam Satgas. "Mungkin Irjen-nya. Kita harapkan Irjen, karena lebih independen," ucapnya.

Satgas tersebut akan ditugaskan untuk mengaudit kebutuhan garam industri, mengecek volume impor garam yang sudah direalisasikan, asal garam impor, dan memeriksa spesifikasi garam impor lewat uji laboratorium Sucofindo. Nantinya, Satgas akan membuat rekomendasi untuk menertibkan impor garam.

"Kita akan cek, jangan sampai terjadi lagi seperti tahun 2011 yang impor garam dari India. Dokumen impornya untuk garam industri, tapi hasil uji lab-nya di ITB dan UI ternyata NaCL-nya di bawah 95 (spesifikasi garam konsumsi)," katanya.
(hen/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

oleh Michael Agustinus
sumber http://finance.detik.com