Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Thu, 30 August 2012 09:45:44 +0700
INDUSTRI MAINAN: Omset produsen lokal akan capai US$450 juta

Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) optimistis omset industri mainan nasional membukukan omset di atas US$450 juta pada tahun ini menyusul meningkatnya permintaan ekspor dan menurunya produksi China.

 

Ketua APMI Widjonarko Tjokroadisumarto mengatakan produsen mainan di Tanah Air saat ini kebanjiran order dari luar negeri menyusul menyusutnya pasokan dari China.

Hal itu terjadi karena pelaku usaha di China saat ini dihadapkan permasalahan keuangan dan upah tenaga kerja yang semakin mahal, sedangkan di Indonesia relatif stabil.

“Permintaan ekspor kita meningkat, bahkan tahun depan sejumlah perusahaan mainan dunia akan datang ke Indonesia karena melihat potensi sumber daya kita yang cukup bagus,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (29/8/2012).

Sudarman Wijaya, Wakil Ketua Bidang Pemasaran APMI, melihat prospek industri mainan nasional cukup baik pada tahun ini, meski tidak sebagus tahun lalu yang membukukan omset hampir US$500 juta.

Untuk tahun ini, APMI menargetkan pendapatan dari bisnis mainan minimal US$450 juta, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan omset rata-rata sebelum 2011 yang berkisar US$200-US$250 juta.

“Tahun ini kami menargetkan minimal US$450 juta, keliatannya bisa di atas itu. Untuk tumbuh mungkin sulit karena tahun lalu merupakan puncaknya. Kalau bisa menyamai saja sudah bagus,” tuturnya.

Menurut Sudarman, penurunan produktifitas industri mainan China merupakan faktor utama yang memicu tingginya pesanan produk mainan dari Tanah Air.

Selama ini, industri mainan nasional pemasok terbesar kedua di dunia setelah China. Indonesia unggul pada produk mainan berbahan baku kayu dan kain, sedangkan China mainan plastik dan elektronik. “Untuk bisa menyalip China di urutan pertama kita belum bisa karena dari sisi teknologi belum siap,” katanya.(msb)

oleh Agust Supriadi
sumber  http://www.bisnis.com