Berita Terkini
Share on Facebook

           

           

Mon, 04 June 2012 09:47:12 +0700
264 PNS Kemenag Ikuti Rekam Data

Sebanyak 264 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Padangpanjang mulai menjalani proses rekam data untuk pembuatan Kartu Pegawai Elektro­nik (KPE), di aula kantor Kemnag setempat, Rabu (30/5) lalu.

 

Kepala Kantor Kemnag Padangpanjang, Japeri mengatakan perekaman data elektronik yang dilakukan oleh pihak Sucofindo tersebut ditargetkan selesai dalam satu hari. Sehingga bagi sejumlah pegawai yang tidak dapat mengikuti perekaman data pada hari itu, dapat melakukan rekam data di Kanwil Kemenag Provinsi Sumbar.

“Bagi sejumlah PNS kami yang saat ini sedang bertugas di luar kota, dapat melakukan rekam data di Kanwil pada 6 Juni mendatang. Selain itu, bagi pegawai di suatu daerah yang sedang merekam data elektronik, dapat ikut meski bukan merupakan pegawai daerah setempat,” ungkap Japeri didampingi Analis Kepegawaian Kemnag, Rifni Yeti kepada Padang Ekspres kemarin.

Terkait tujuan diterbitkannya KPE terse­but, Jaferi menyebutkan untuk memudahkan pela­yanan kepada PNS penerima pensiun PNS dan keluarganya. Di sisi lain dalam im­ple­mentasinya, pencetakan KPE bertujuan untuk mendapatkan data biometric fisik PNS yang akurat untuk keperluan perencanaan, pe­ngembangan dan kesejahteraan PNS.  Selain itu, juga untuk membangun database PNS yang memiliki tingkat keotentikan dan identifikasi yang tinggi sehingga menghasilkan data dan informasi yang akurat.

“Mewujudkan data kepegawaian mutakhir di instansi pusat maupun daerah dan terin­te­gra­si secara nasional dalam sistem informasi yang dapat diakses oleh PNS bersangkutan. Ser­ta bertujuan untuk memberikan fasilitas mul­tifungsi layanan kepada PNS yang lebih efek­tif dan efisien melalui penggunaan KPE,” terangnya.

Selain itu dikatakannya, KPE tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan bagi PNS untuk memperoleh pelayanan bukan saja masalah kepegawaian. Akan tetapi juga dapat digunakan untuk mempermudah PNS dalam memperoleh layanan penggajian, Askes, Taspen dan Bapertarum. Bahkan kemung­kinan ke depannya, KPE juga dirancang untuk mem­berikan kemudahan bagi PNS dalam ber­tran­saksi keuangan.

“Melalui anjungan KPE, setiap PNS dapat dengan mudah melakukan transaksi, baik untuk mengetahui data pribadinya, melaku­kan pela­yanan online untuk pembayaran reke­ning listrik, telepon, PAM dan kebutuhan lainnya. Setelah KPE selesai, kartu pegawai yang lama akan kita tarik dari yang bersangkutan sebagai bukti terhadap pendistribusian KPE,” pungkas Japeri. (wr)

sumber http://padangekspres.co.id