Tata Kelola
Manajemen Risiko
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang mitigasi risiko, pelatihan dan konsultasi, SUCOFINDO menyadari pentingnya upaya manajemen risiko. SUCOFINDO menganut Filosofi Manajemen Risiko yang menyatakan: "Risiko adalah fakta yang harus dihadapi dengan sigap dan dikelola sebaik-baiknya dalam proses penciptaan nilai bagi para pemangku kepentingan perusahaan”.

Upaya pengelolaan ini dilakukan dengan mengacu pada kerangka Enterprise Risk Management (ERM). ERM merupakan bentuk dari upaya penerapan Good Corporate Goverance sejalan dengan amanat Kementerian Badan Usaha Milik Negara yaitu keputusan Menteri Negara BUMN no. 117/2003 tentang penerapan Good Corporate Governance.

Untuk memastikan efektifitas penerapan ERM, ditetapkan struktur pengelolan ERM yang terdiri dari:
  • Chief Risk Officer (CRO), dengan salah satu tanggungjawab utamanya adalah mengembangkan dan memantau berbagai indikator risiko utama berupa kerugian aktual, near-misses, insiden dan key risk exposures (10 risiko utama), dan indikasi bahaya dini.
  • Unit Management Risiko (UMR), bertanggungjawab langsung kepada CRO dengan salah satu tugas utamanya membantu CRO dalam mengarahkan dan memantau implementasi program manajemen risiko perusahaan.
  • Risk Owners dengan salah satu tanggungjawab utamanya memastikan bahwa profil risiko Risk Taking Unit (RTU) berada dalam batas-batas toleransi dan risk appetite perusahaan.
  • Risk Officer (RO), staf yang ditunjuk oleh RO untuk membantu RO dalam proses manajemen risiko di RTU.

Direksi, CRO dan Kepala Unit Kerja bertangungjawab dalam pengembangan kebijakan dan implementasi ERM di perusahaan. Direksi menetapkan limit dan toleransi risiko yang dapat diambil oleh core risk taking unit dan support risk taking unit di dalam perusahaan dalam bentuk kebijakan pendelegasian wewenang dan tangungjawab.

Direksi dan Komisaris dengan persetujuan Pemegang Saham merumuskan nilai-nilai yang dipandang sesuai untuk perusahaan dan dituangkan ke dalam Rencana Jangka Panjang.

Dewan Komisaris melalui perangkat yang dimilikinya memantau secara teratur implementasi ERM yang telah dituangkan dalam RJP dan RKAP. Untuk mendukung efektifitas, efisiensi dan akurasi data, pengelolaan ERM didukung dengan penggunaan Aplikasi yang memungkinkan diketahuinya status dan dasboard ter-update dengan cepat.

Dalam implementasi ERM disusun struktur dokumentasi yang memungkinkan pengelolaannya secara efektif dan sistematik, yaitu terdiri dari:
  • Kebijakan Manajemen Risiko, yang memuat kebijakan umum, tujuan, prinsip-prinsip manajemen risiko, penerapan dan tanggungjawab Direksi dan KUK.
  • Pedoman Manajemen Risiko, yang memuat kebijakan-kebijkan yang terkait dengan penerapan ERM.
  • Prosedur Manajemen Risiko, yang terdiri dari pendefinisian konteks, identifikasi, analisis, evaluasi, penanganan, pemantauan dan pelaporan risiko.

Pada tahun 2008 dilakukan pemetaan risiko untuk kegiatan operasional (SBU) mulai dari pemasaran dan penjualan, penerimaan order, pelaksanaan lapangan, penerbitan sertifikat/laporan, pengiriman sertifikat/laporan dan penagihan.
Risiko-risiko yang telah teridentifikasi dikategorikan kedalam empat jenis risiko sebagai berikut:
  • Risiko Strategik dan Kebijakan
  • Risiko Reputasi
  • Risiko Finansial
  • Risiko Operasional
    Pengendalian terhadap efektifitas implementasi ERM dilakukan secara berjenjang mulai pada tingkat Cabang dan SBU/Divisi yang dimonitor oleh Unit Management Risiko (UMR). Direksi memonitor pelaksanaan ERM secara korporat berdasarkan rekap laporan dari UMR dan dari SPI sebagai laporan Audit.



Hubungi Kami

Kantor Pusat

Graha Sucofindo 1st floor Jl. Raya Pasar Minggu Kav. 34 Jakarta 12780
 
Telepon (021) 7983666 Ext. 1116, 1124
Fax (021) 7986473, 7983888
Email customer.service@sucofindo.co.id